Cara paling andal untuk memvalidasi JSON di JavaScript adalah memanggil JSON.parse di dalam blok try/catch.
Memuat Validator JSON…
Menjelaskan pola JSON.parse di dalam try/catch dengan jelas
Menjalankan pemeriksaan yang sama tanpa Anda menulis kode
Menunjukkan baris, posisi, dan alasan kesalahan seperti SyntaxError
Berjalan 100% lokal di browser, tanpa mengunggah data
Pasang Validator JSON di blog, dokumentasi, intranet, atau portal sekolah dengan iframe. Pemrosesan, privasi, dan batas penggunaan sama seperti pada halaman alat lengkap.
Kode embed
<iframe
src="https://www.fixtools.io/json/json-validator?embed=1&lang=id"
width="100%"
height="780"
frameborder="0"
style="border:0;border-radius:16px;max-width:900px;"
title="Validator JSON by FixTools"
loading="lazy"
allow="clipboard-write"
></iframe>Ramah atribusi: tautan kecil "Powered by FixTools" muncul di footer embed.
Di JavaScript, tidak ada fungsi bawaan bernama isValidJSON, sehingga cara idiomatik memvalidasi teks adalah mencoba menguraikannya. Anda memanggil JSON.parse pada string di dalam blok try, dan bila teks bukan JSON yang benar, fungsi itu melempar SyntaxError. Dengan menangkapnya di blok catch, Anda bisa memutuskan langkah selanjutnya, misalnya menampilkan pesan ramah, memakai nilai bawaan, atau mencatat log. Pola ini singkat: coba parse, jika berhasil datanya valid, jika gagal Anda menangani galatnya. Penting diingat bahwa JSON.parse mengembalikan nilai hasil penguraian, bukan sekadar true atau false, jadi keberhasilan tanpa lemparan itulah tanda validitas. Menguji validitas dengan cara lain, seperti mencocokkan pola secara manual, cenderung rapuh dan mudah keliru. Karena itu, memercayakan pemeriksaan pada penguraian sesungguhnya adalah pendekatan yang paling tepercaya.
Alat di halaman ini menjalankan pemeriksaan yang sama seperti JSON.parse, tetapi tanpa mengharuskan Anda menulis dan menjalankan kode. Ketika Anda menempelkan JSON atau memuat file .json, alat mencoba menguraikannya dengan mesin browser dan melaporkan hasilnya. Ini berguna ketika Anda hanya ingin memeriksa sepotong data dengan cepat, misalnya nilai yang akan Anda tempelkan ke berkas sumber, tanpa repot membuka konsol atau menulis skrip sekali pakai. Karena mesin penguraiannya sama, penilaian valid atau tidaknya akan konsisten dengan yang Anda dapatkan di aplikasi. Jika alat menyatakan teks valid, Anda bisa yakin JSON.parse pada string yang sama tidak akan melempar. Jika alat menandai kesalahan, itu tepat kesalahan yang akan memicu SyntaxError di kode Anda, lengkap dengan petunjuk lokasinya.
Memahami aturan JSON membantu Anda membaca pesan galat dengan cepat. Kunci dan string harus memakai tanda kutip ganda; kutip tunggal yang lazim di JavaScript justru tidak sah dalam JSON. Angka ditulis tanpa kutip, dan literal true, false, serta null selalu huruf kecil. Setiap anggota dipisahkan koma, tetapi koma setelah elemen terakhir dilarang, dan komentar tidak diizinkan sama sekali. Ketika JSON.parse gagal, pesan SyntaxError biasanya menyebut posisi atau menyebut token yang tidak diharapkan. Alat ini menerjemahkan situasi serupa menjadi laporan yang lebih mudah dibaca: baris, posisi karakter, dan alasan singkat. Dengan begitu, alih-alih menebak arti pesan konsol yang ringkas, Anda langsung diarahkan ke titik masalah. Perbedaan antara sintaks JavaScript dan JSON inilah yang paling sering menjebak, terutama kutip tunggal dan properti tanpa kutip.
Sama seperti memanggil JSON.parse di browser pengguna, pemeriksaan di alat ini terjadi sepenuhnya di sisi klien. Teks yang Anda tempel atau file yang Anda muat diproses oleh kode yang berjalan di perangkat Anda, bukan dikirim ke server jarak jauh. Artinya, cuplikan konfigurasi, data uji, atau fragmen respons yang mengandung informasi sensitif tetap berada di komputer Anda. Tidak ada unggahan, tidak ada penyimpanan tersembunyi, dan tidak perlu membuat akun. Model sisi klien ini juga berarti alat tetap bekerja meski koneksi jaringan dibatasi, karena setelah halaman termuat, penguraian tidak bergantung pada backend. Bagi developer yang sering menempelkan potongan data internal untuk diperiksa, jaminan bahwa data tidak meninggalkan perangkat adalah nilai tambah yang nyata, bukan sekadar janji. Anda mendapat kecepatan sekaligus privasi dalam satu langkah.
Perlu jujur soal batas alat ini: ia menemukan dan menjelaskan kesalahan, tetapi tidak menulis ulang JSON Anda. Sama seperti JSON.parse yang hanya memberi tahu bahwa penguraian gagal, alat menunjuk lokasi dan alasan, lalu Anda yang menyunting nilainya sesuai maksud. Ini logis, karena hanya Anda yang tahu data seperti apa yang seharusnya ada. Dalam alur kerja nyata, Anda bisa memakai alat ini untuk memvalidasi teks sebelum menempelkannya ke kode, atau untuk memverifikasi cuplikan yang gagal diparse di aplikasi. Setelah teks dinyatakan valid di sini, Anda tetap disarankan membungkus JSON.parse dengan try/catch di produksi, sebab data yang datang saat runtime bisa berbeda. Alat ini mempercepat pemeriksaan manual, sedangkan penanganan galat yang tangguh di kode tetap menjadi tanggung jawab aplikasi Anda.
Tempel cuplikan JSON di alat ini untuk memeriksanya seperti JSON.parse, tanpa perlu membuka konsol atau menulis kode.
Panduan langkah demi langkah untuk validasi json dalam javascript dengan json.parse dan try/catch:
Pahami polanya
Dalam JavaScript, bungkus JSON.parse dengan try/catch. Jika teks valid, blok try berhasil dan Anda mendapat objek. Jika tidak, blok catch menangkap SyntaxError yang memuat pesan tentang letak kesalahan penguraian.
Tempel JSON ke alat
Alih-alih menulis skrip sekali pakai, tempelkan teks JSON ke alat ini atau muat file .json. Alat memakai mesin penguraian browser yang sama sehingga hasilnya konsisten dengan yang akan Anda dapat dari kode.
Jalankan validasi
Klik validasi untuk memeriksa teks. Bila valid, alat menyatakannya sehingga Anda yakin JSON.parse tidak akan melempar. Bila tidak, alat menampilkan baris, posisi, dan alasan agar Anda paham penyebab SyntaxError yang akan terjadi.
Perbaiki lalu terapkan di kode
Gunakan lokasi yang ditunjuk untuk memperbaiki JSON, lalu validasi ulang sampai bersih. Setelah teks valid, Anda bisa dengan percaya diri memasukkannya ke kode atau memanggil JSON.parse tanpa khawatir program berhenti mendadak.
Situasi umum di mana pendekatan ini benar-benar membuat perbedaan:
Menguji cuplikan sebelum menaruhnya di kode
Sebelum menyisipkan objek JSON ke berkas sumber, Anda menempelkannya ke alat untuk memastikan JSON.parse tidak akan melempar. Ini mencegah kesalahan sintaks halus, seperti kutip tunggal yang tanpa sadar tersalin dari kode JavaScript, sampai ke runtime aplikasi.
Mereproduksi SyntaxError dari log
Ketika aplikasi mencatat SyntaxError saat menguraikan data, Anda menyalin string yang bermasalah ke alat ini. Laporan baris dan posisinya memperjelas token mana yang membuat JSON.parse gagal, sehingga Anda tahu apakah data sumber cacat atau ada masalah encoding.
Memvalidasi konfigurasi JSON sebelum deployment
File konfigurasi JSON yang dibaca aplikasi Anda harus valid agar tidak crash saat start. Anda menempelkan isinya ke alat untuk memastikan strukturnya benar, menghindari koma akhir atau kurung yang belum tertutup yang bisa menghentikan proses boot.
Dapatkan hasil yang lebih baik dengan saran ahli ini:
Ingat beda kutip tunggal dan ganda
Objek literal di JavaScript menerima kutip tunggal dan properti tanpa kutip, tetapi JSON tidak. Kesalahan paling sering saat menyalin dari kode adalah membiarkan kutip tunggal. Jika alat menandai token tak terduga di awal string, periksa jenis kutipnya lebih dulu.
Tetap pakai try/catch di produksi
Memvalidasi di alat ini bagus untuk memeriksa data statis, tetapi data runtime bisa berubah. Selalu bungkus JSON.parse dengan try/catch di kode agar aplikasi menangani respons cacat dengan anggun alih-alih berhenti karena SyntaxError yang tidak tertangkap.
Hindari eval untuk menguraikan JSON
Beberapa contoh lama memakai eval untuk mengubah string menjadi objek, tetapi itu berbahaya dan bisa menjalankan kode berbahaya. Gunakan JSON.parse yang aman, dan pakai alat ini untuk memastikan teksnya valid sebelum kode Anda menguraikannya.
Alat lain yang mungkin berguna bagi Anda:
Validasi String JSON
Perbaiki Token Tak Terduga JSON
Validasi Respons JSON API
Validasi string JSON untuk memastikan teksnya valid
Periksa apakah sebuah string adalah JSON yang valid. Alat gratis menandai baris dan posisi kesalahan, berjalan penuh di browser tanpa mengunggah data.
Validasi respons JSON API sebelum kode Anda mengonsumsinya
Tempel body respons API dan pastikan JSON-nya valid sebelum kode Anda mengonsumsinya. Validator gratis yang berjalan penuh di browser, tanpa unggah.
Temukan dan pahami penyebab kesalahan JSON.parse
Temukan letak dan alasan kesalahan JSON.parse agar bisa Anda perbaiki. Alat gratis menunjuk baris dan posisinya, berjalan penuh di browser tanpa unggah.
Linter de JSON online para encontrar erros de sintaxe
Linter JSON online e gratuito que roda no navegador: cole o JSON e veja erros de sintaxe com a linha e a posição exata do primeiro problema.
Validasi JSON tanpa instal software apa pun
Validasi JSON langsung di browser tanpa mengunduh atau memasang software apa pun. Gratis, cepat, dan file JSON Anda tetap diproses secara lokal.
Perbaiki JSON tidak valid dengan mengetahui penyebab pastinya
Perbaiki JSON tidak valid gratis di browser. Alat menandai penyebab pasti seperti koma akhir atau kutip salah, lalu Anda mengeditnya. Tanpa unggah.
Buka Validator JSON untuk melihat batas gratis dan metode pemrosesannya.
Buka Validator JSON →Tingkat gratis · Tanpa akun · Batas transparan